Sosialisasi Cukai Rokok Tahun Anggaran 2016

IMG_4529 IMG_4722 IMG_4724 IMG_4725 IMG_4733 IMG_4734 IMG_4736

Sosialisasi Ketentuan  di Bidang Cukai (Rokok Polos ) ini bertempat di kecamatan Mlarak Tanggal 23 Februari Tahun 2016 dihadiri Oleh Bapak Yogianto dari Bea Cukai Madiun dibuka oleh Bapak Kepala Administrasi Perekonomian dan Kepala Kecamatan Mlarak yang dihadiri Oleh para Pengusaha penjual rokok atau pun para pengusaha/pekerja pabrik rokok yang bersinggungan langsung dengan Cukai Rokok ,didalam sosialisasi ini dijelaskan tentang kegunaan Cukai rokok dan Palsu tidak nya Kertas Cukai ,agar para Peserta mampu mengetahui mana yang palsu mana yang tidak dikarenakan bila kedapatan menjual  yang bercukai palsu maka akan dikenakan pidana sesuai perundang undangan yang ada .

Mengapa sosialisasi ini dilaksanakan ,yaitu agar masyarakat tahu akan cukai rokok tersebut biar tidak salah membeli pita cukai rokok yang palsu maupun asli yang sudah dipakai ,didalam pita cukai rokok ada berbagai macam tingkatan mulai skm (sigaret Kretek Mesin),skt (sigaret kretek tangan ) dll .dan kegiatan ini dilaksanakan di berbagai kecamatan dan pada tahun anggaran 2016 ini bertepatan di mlarak dan kecamatan Pulung    untuk Tahun berikutnya akan dilaksanakan di kecamatan yang belum pernah diadakan .

demikian liputan kegiatan cukai ini bila ingin mengetahui lebih jelasnya langsung saja datang ke bag administrasi perekonomian di graha krida praja lantai 3 pemkab ponorogo .

Reog Ponorogo

images

Versi resmi alur cerita Reog Ponorogo kini adalah cerita tentang Raja Ponorogo yang berniat melamar putri Kediri, Dewi Ragil Kuning, namun ditengah perjalanan ia dicegat oleh Raja Singabarong dari Kediri. Pasukan Raja Singabarong terdiri dari merak dan singa, sedangkan dari pihak Kerajaan Ponorogo Raja Kelono dan Wakilnya Bujanganom, dikawal oleh warok (pria berpakaian hitam-hitam dalam tariannya), dan warok ini memiliki ilmu hitam mematikan. Seluruh tariannya merupakan tarian perang antara Kerajaan Kediri dan Kerajaan Ponorogo, dan mengadu ilmu hitam antara keduanya, para penari dalam keadaan ‘kerasukan’ saat mementaskan tariannya [3] .
Hingga kini masyarakat Ponorogo hanya mengikuti apa yang menjadi warisan leluhur mereka sebagai pewarisan budaya yang sangat kaya. Dalam pengalamannya Seni Reog merupakan cipta kreasi manusia yang terbentuk adanya aliran kepercayaan yang ada secara turun temurun dan terjaga. Upacaranya pun menggunakan syarat-syarat yang tidak mudah bagi orang awam untuk memenuhinya tanpa adanya garis keturunan yang jelas. mereka menganut garis keturunan Parental dan hukum adat yang masih berlaku.

Jl. Aloon- aloon utara No. 9 Kabupaten Ponorogo